Thursday, 29 March 2012

Mengapa Tuhan memberikan Pacar yang Muslim?

        Seorang Wanita selalu mengidamkan seorang laki-laki yang kelak dapat menjaganya sampai mereka menutup mata. Seorang Wanita mendambakan Seorang Laki-laki yang bertanggung jawab atas apa yang mereka katakan dihari ini. Dan Seorang Wanita tidak pernah memimpikan pasangan yang buruk dan jelek dimata mereka. Hal ini merupakan kriteria yang saya inginkan dalam kehidupan saya. Saya sudah menyusun sejuta cara apabila saya kelak dipertemukan seorang cowo atau laki-laki idaman saya berusaha melihat dia jauh apakah sesuai dengan karakter saya atau tidak. Mungkin bagus dan baiknya diriku bukan dari mulutku yang menilai tetapi baik, jeleknya laki-laki yang datang dalam kehidupanku pasti mulutku yang berkomentar. Semua Orang yang menjalin hubungan lebih dari sekedar teman biasa mengharapkan tujuan yang baik. Baik dalam menyatukan perasaan sampai menyatukan kepribadian. Kalau dari segi sifat dan atitut sehari-hari mungkin masih bisa kita balut, lengkapi dan koreksi bersama-sama. Namun bagaimana halnya dengan berbeda keyakinan? Apakah semuanya bisa dibalut, dilengkapi dan dikoreksi secara pemikiran manusia?. Memang benar adanya Tuhan yang kita sembah di dunia ini Cuma satu dan hanya satu. Namun bagaimana dengan halnya cara kita menyembah dengan cara masing-masing. Kita bisa saja meyakini halnya yang kita sudah yakini sejak lahir tapi apakah orang lain yang dekat dengan kita yang bukan berasal dari keyakinan kita apakah mereka dapat mendalami hikmat yang sama takarannya dengan yang kita yakini??. Tentu tidak, bagi saya Soal keyakinan adalah suatu hal yang perlu ditinjau lagi. Tetapi Kenyataan yang saya alami justru membuat saya bingung dan bimbang. Saya diberikan kekasih dengan keyakinan yang berbeda dengan saya. Dari perbedaan keyakinan ini saja saya sudah mempunyai bayangan ke depan bagaimana sulitnya hubungan ini dibawa. Saya berusaha lebih peka dan lebih teliti setiap waktu ada rencana apa dibalik ini?Saya berdoa setiap malam dengan doa yang selalu sama, mungkin Tuhan bosan mendengar doaku yang selalu saya ulangi terus menerus, " Tuhan tolong restui hubungan ini, Tuhan tolong permudah jalan kami, dan berkati kami nanti dirumahMu ya Tuhan, Tuhan tolong berikan dia Kasih Karunia-Mu kepadanya agar dia mau berjalan sejalan dengan apa yang ku imani sekarang, Tuhan tolong kuatkan kami, Tolong rubah pemikiran kedua orang tua kami, dan tolong supaya kedua orang tua kami merestui kami...Tuhan,,,Tuhan... dan Tuhan..." selalu saya lontarkan doa itu, namun karena ada rasa bosan dalam diri saya, sekarang saya mulai kendor dengan doa saya. Harapan saya cuma 1 jikalau dia jodohku saya ingin menjadikan dia orang kristen yang bukan hanya kristen KTP saja, saya mau dia betul-betul mengerti apa yang saya imani dan yang saya yakini sampai hari ini. Saya tidak bisa melihat dia setiap detik selama dia hidup terlebih lagi saya tidak mampu melihat kedalaman hatinya apakah dia kelak mau menjadi kristen yang sejati atau tidak. Percaya tidak percaya sampai sekarang hubungan ini masih terjalin, banyak harapan dan cita-cita yang kami berdua sudah rancang, tetapi kembali lagi pada Keputusan Tuhan. Dia pasti punya maksud yang baik memberikan saya kekasih yang beda keyakinan dengan saya. Dia pasti punya rancangan yang terindah buat kami berdua kelak. Dan Dia pasti tahu seberapa dalam pengharapan kami kepada Tuhan untuk mempertahankan hubungan kami sampai akhirnya kami menutup mata. Saya tidak bermaksud menjadi seorang Wanita yang egois yang memaksakan dia harus mengikuti  keyakinan saya, saya berusaha menanyakan kembali berulang apakah permintaanku agar dia masuk Kristen adalah hal yang tidak baik bagi dia atau baik bagi dia? sampai sekarang dia menjawab dia mau merubah hidupnya menjadi lebih baik dengan mengikut Yesus Kristus. Dia berusaha mendalami keyakinan saya, dan semuanya ini butuh proses yang panjang bukan hanya sekedar dia masuk gereja dapat membuat saya percaya sekali bahwa dia bisa menerima Yesus. Doa yang selalu ku naikan dan saya berusaha memberikan jalan yang baik kepadanya, namun jikalau semua ini kulakukan sendiri pasti saya tidak mampu.
Tuhan pasti menyertaiku dimana pun saya berada, Tuhan pasti senang apabila saya membawa dia untuk mengenal Kerajaan Allah dan membuatnya percaya sepenuhnya kepada Yesus Kristus. Tuhan pasti mau memberikan restu dan memberkati kami apabilah kami sudah siap untuk diberkati dengan iman yang sama. Iman yang satu yaitu di dalam Nama TUHAN YESUS KRISTUS. Amin....

No comments:

Post a Comment