Saya Bersyukur karena Kau memberikan pelajaran kepadaku...Perjalananku tidak berhenti pada saat saya merasakan semuanya cukup, tetapi masih banyak yang kau hadirkan.
Dari sepanjang hidupku sampai sekarang banyak yang saya rasakan. Bagaimana pernah menjadi orang yang tawar hati, bimbang dan ragu, malu, sakit hati, senang, jatuh cinta, menangis, tertawa, ingin tenang, hati dan pikiran yang gelap, tidak merasakan keadilan, tidak pernah merasa cukup, tidak pernah bersyukur, Tersiksa karena rasa berdosa, Takut, Menggerutu, Dibenci, Berbohong, dicaci maki, disayangi, dijaga, bersabar, menerima kenyataan, dan masih banyak lagi yang diberikan Tuhan kepada saya melalui rasa yang saya lewati disepanjang tahun ini. Saya terkadang menderita dan merasa tidak terima akan apa yang Tuhan berikan ke saya, hampir semuanya adalah ujian dan cobaan buat saya. Saya bertanya-tanya apakah hanya saya yang merasakan begitu banyak lika - liku dalam hidup ini? Atau ini semua karena Tuhan memperhatikan saya dengan luar biasanya. Ia ingin membentuk saya menjadi seorang wanita Kristen yang Kuat, yang berani, yang maju, yang mau. Tetapi akal sehatku, dan kekuatanku tidak cukup untuk menjalani ini semua. Saya selalu bersungut-sungut bahkan hampir dan sering mengatakan lebih baik saya mati saja. Saya sudah membuat hati Tuhan sakit melebur-lebur, seharusnya saya bersyukur atas hidup yang masih saya lewati sampai sekarang. Saya masih mempunyai keluarga yang lengkap. Saya masih bisa merasakan cinta yang luar biasa. Dan terutama saya masih diberikan kesempatan dari Tuhan. Persoalan selalu datang berturut-turut, baik itu karena ulahku sendiri maupun dari faktor luar. Saya tidak mau menghakimi siapa pun, karena jujur saya adalah orang yang paling takut didunia ini. Saya seperti tidak merasakan tenang sedikit pun padahal saya diperkenalkan tentang Yesus sejak saya lahir. Dalam Firman Allah banyak janji-janji yang diberikan untuk manusia kalau manusia mau mengikuti Yesus. Saya Percaya Tuhan Yesus adalah Juruselamat seluruh umat manusia. Namun Saya hanyalah manusia yang sungguh-sungguh tidak mampu menghilangkan rasa takutku yang luar biasa. Rasa takut itu yang terkadang membuatku jauh dari Tuhan. Takut tetapi tidak mampu merubah hidup, Apa gunanya saya masih diberikan Allah hidup kalau setiap harinya saya hanya dipenuhi dengan ketakutan? Apa gunanya saya masih dipelihara Allah setiap saat tanpa melihat kesalahanku yang banyak dihadapan-Nya.
Disinilah saya mulai bergumul ketika saya merasakan hancur berkeping-keping karena cinta dan sayang yang saya berikan buat seseorang yang hadir dalam kehidupan saya. Saya banyak berubah, banyak menangis, banyak terluka dan banyak berdosa. Saya tidak pernah menginginkan ini terjadi , namun inilah perjalanan hidup yang saya tidak bisa tolak. Karena saya tidak tau apa yang bakal saya hadapi didalam perjalanan saya. Lepas dari kesakitanku, banyak ungkapan syukur yang saya naikkan . Saya boleh selesai menimba ilmu dengan hasil yang baik, air mata saya terbalas dengan kebahagiaan yang luar biasa. Kedua Orang tuaku berhasil menjadi orang yang menjalankan amanah Allah untuk memberikan yang terbaik buat anak-anak mereka. Saya berterima kasih kepada kedua orang tuaku, Namun terkadang ego antara saya dan kedua orang tuaku saling bertempur. Saya merasa apa yang orang tua saya ingin tidak sesuai dengan apa yang saya inginkan. Begitu terus menjadi beban dalam hidupku, apa yang orang tuaku mau belum tentu membuatku bahagia secara lahir batinku.... Mulai lagi saya bersungut-sungut dengan apa yang saya alami. Termasuk ketika saya sakit dan gagal terus menerus karena cinta kini saya dipertemukan dengan sosok lelaki yang saya tidak tau awal dari perasaan itu muncul, saya tidak tau kenapa musti dia , dia yang harus ku cintai? Orang yang terang-terangan susah untuk saya miliki, namun semakin hari semakin besar rasa ini. Apa maksud Allah mempertemukan saya dan dia? Apa mau Allah ketika saya mengenal dia? karena cintaku ini saya mendapat caci maki yang luar biasa, saya sakit dan dihantui rasa takut. Tuhan kenapa Dia..dia...dan dia? Namun sampai saat ini Allah belum memberikan saya penjelasan apa maksud saya dipertemukan. Saya mencintai orang yang jauh dari Kristus. Namun sampai sekarang saya masih mencintainya bahkan lebih besar dari awal saya mengenalnya. Banyak yang kami lewati bersama-sama, namun itu belum menjamin bahwa saya dan dia akan bersatu. Semua butuh bukti, kemauannya untuk mengenal Kristus saya terima, dan saya akan berusaha menuntun dia meskipun saya sadar saya belum bisa dikatakan pengikut Kristus yang sempurna. Namun dari semua ini kita mendapat pelajaran dimana semuanya kita bangun bersama-sama dari masa pacaran. Banyak konflik bahkan anugerah yang datang, dan saya berusaha untuk Kuat dan mampu berjalan dengan dan tanpa restu dari orang tua. Saya berharap dan berdoa semoga perjuanganku membuktikan kepada mereka bahwa inilah yang Allah kirimkan buat saya, dan dia adalah sosok yang Allah percayakan untuk mendampingi saya.
Inilah hidup saya, yang saya jalani setiap harinya. Kiranya disaat-saat penghujung tahun ini saya ingin perubahan yang membawa saya hidup baru, dengan tidak merasakan perasaan yang membuat saya jauh dari Allah. Karena ketika kita jauh dari Allah maka kita tidak akan menemukan 1 titik temu yang dapat menyelesaikan semua persoalan hidup. Saya ingin berhenti mengatakan kata Takut di Tahun depan Tuhan.
Saya Mau memberikan Kado yang indah buat Engkau, kedua orang tuaku, dan dia yang Kau kirimkan untukku. Tetaplah bersamaku, dan Tetaplah menjadi Guru yang memberikan Pelajaran setiap harinya dengan cobaan-cobaan yang justru menguatkan saya. I Love them..And I Love You God...
Not because you were...
Not because you are good...
But Since you all love me...
"( Tuhan Yesus Kristus, bpk&mama and may rizky akbar toar soemampouw )"